Selasa, 31 Januari 2017

Si Panjang yang Mulai Punah

Si Panjang di sini diartikan sebagai objek. Objek yang diambil adalah Pantai Panjang yang terletak di Kota Bengkulu. Sedangkan mulai punah diartikan sebagai keindahan yang mulai lari karena pengaruh Si Busuk yang perusak, sampah. Tidak hanya Si Busuk yang mempengaruhi punahnya keindahan bahari di sana. Tapi juga kerusakan di bawah laut seperti langkanya karang-karang indah nan mempesona di Pantai Panjang akibat pencurian terus-menerus oleh Si Panjang Tangan. Memanglah kerusakan lingkungan akan berdampak buruk bagi tempat tersebut.
Pantai Panjang dahulu terkenal dengan keindahan pantainya, bersihnya, dan keanekaragaman hayati di bawah lautnya. Namun, setelah Si Perusak datang, keindahannya mulai punah dan bersembunyi agar Si Perusak tidak datang menghampiri. Hamparan ombak-ombak nan tinggi kini berubah warna menjadi coklat dengan sampah yang ikut terseret dengan kekuatan ombak.
Siapakah Si Perusak itu? Mengapa tega sekali mereka merusak kekayaan Bengkulu? Jawabannya adalah manusia. Karena manusia memiliki 2 hati, hati yang bersih dan selalu ingat bahwa, bila melakukan kerusakan dapat memunahkan kekayaan Indonesia, dan hati yang kotor sama halnya dengan sampah tersebut, ia tidak pernah terbayang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang bila ia terus-menerus membuang sampah di Pantai. Manusia juga dapat diartikan 2 makna, yaitu manusia dapat memperbaiki, juga manusia dapat merusak. Karena apa? Karena manusia adalah subjek di sini. Hanya manusia yang dapat melakukan hal tersebut.  
Apakah hanya hal buruk seperti sampah yang terdapat di Pantai Panjang? Jawabannya tidak. Manusia berhati baik mengolah sampah menjadi sebuah tempat wisata yang amat menarik perhatian. Contohnya seperti pondok sendal jodoh. Manusia yang membuatnya patut diacungkan jempol. Karena dengan membuat wisata dari barang bekas dapat mengurangi sampah yang ada di Pantai Panjang. Pondok sendal jodoh ini berisikan sendal-sendal bekas, botol-botol bekas, sampah komix bekas, dan lain-lain. Dengan cara tersebut dapat meminimalisir sampah sehingga bila semua sampah di buat tempat wisata yang nantinya dapat menjadi viral bagi Para Wisatawan.
Nah, tugas kita sebagai manusia berhati baik, sudah seharusnya kita menyadari akan bahayanya bila sampah terus-menerus menumpuk sehingga membuat Pantai Panjang lambat laun akan punah, punah dari pikiran wisatawan yang ingin menghampiri ataupun berekreasi di sana. Ayo, kita sadarkan manusia yang berhati baik untuk turun meminimalisir sampah yang ada di sana, dan mencoba untuk tidak melakukan 4M (merusak, membuang, mencuri, dan meracuni). Mari kita jaga kekayaan Bengkulu yang amat viral bagi dunia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar