Si Panjang di sini diartikan sebagai objek. Objek yang
diambil adalah Pantai Panjang yang terletak di Kota Bengkulu. Sedangkan mulai
punah diartikan sebagai keindahan yang mulai lari karena pengaruh Si Busuk yang
perusak, sampah. Tidak hanya Si Busuk yang mempengaruhi punahnya keindahan
bahari di sana. Tapi juga kerusakan di bawah laut seperti langkanya karang-karang
indah nan mempesona di Pantai Panjang akibat pencurian terus-menerus oleh Si
Panjang Tangan. Memanglah kerusakan lingkungan akan berdampak buruk bagi
tempat tersebut.
Pantai Panjang dahulu terkenal dengan keindahan
pantainya, bersihnya, dan keanekaragaman hayati di bawah lautnya. Namun,
setelah Si Perusak datang, keindahannya mulai punah dan bersembunyi agar Si
Perusak tidak datang menghampiri. Hamparan ombak-ombak nan tinggi kini berubah
warna menjadi coklat dengan sampah yang ikut terseret dengan kekuatan ombak.
Siapakah Si Perusak itu? Mengapa tega sekali mereka
merusak kekayaan Bengkulu? Jawabannya adalah manusia. Karena manusia memiliki 2
hati, hati yang bersih dan selalu ingat bahwa, bila melakukan kerusakan dapat memunahkan
kekayaan Indonesia, dan hati yang kotor sama halnya dengan sampah tersebut, ia
tidak pernah terbayang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang bila ia
terus-menerus membuang sampah di Pantai. Manusia juga dapat diartikan 2 makna,
yaitu manusia dapat memperbaiki, juga manusia dapat merusak. Karena apa? Karena
manusia adalah subjek di sini. Hanya manusia yang dapat melakukan hal tersebut.
Apakah hanya hal buruk seperti sampah yang terdapat di
Pantai Panjang? Jawabannya tidak. Manusia berhati baik mengolah sampah menjadi
sebuah tempat wisata yang amat menarik perhatian. Contohnya seperti pondok
sendal jodoh. Manusia yang membuatnya patut diacungkan jempol. Karena dengan
membuat wisata dari barang bekas dapat mengurangi sampah yang ada di Pantai
Panjang. Pondok sendal jodoh ini berisikan sendal-sendal bekas, botol-botol
bekas, sampah komix bekas, dan lain-lain. Dengan cara tersebut dapat
meminimalisir sampah sehingga bila semua sampah di buat tempat wisata yang
nantinya dapat menjadi viral bagi Para Wisatawan.
Nah, tugas kita sebagai manusia berhati baik, sudah
seharusnya kita menyadari akan bahayanya bila sampah terus-menerus menumpuk
sehingga membuat Pantai Panjang lambat laun akan punah, punah dari pikiran
wisatawan yang ingin menghampiri ataupun berekreasi di sana. Ayo, kita sadarkan
manusia yang berhati baik untuk turun meminimalisir sampah yang ada di sana,
dan mencoba untuk tidak melakukan 4M (merusak, membuang, mencuri, dan
meracuni). Mari kita jaga kekayaan Bengkulu yang amat viral bagi dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar